Materi Uji
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Foto Guru & Karyawan
Statistik

Total Hits : 141994
Pengunjung : 22033
Hari ini : 27
Hits hari ini : 196
Member Online : 1
IP : 54.145.117.60
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

melanidevi    

PERAN PENTING ORANGTUA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN GENDER PADA ANAK

Tanggal : 01-04-2016 09:33, dibaca 266 kali.

Masyarakat Indonesia belakangan sedang marak memperbicangkan fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) yang mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Pada dasarnya, LGBT dipahami sebagai orientasi seksual yang menyimpang. Terlepas dari itu, apakah LGBT gangguan atau bukan, sebenarnya perubahan orientasi seksual seseorang bisa dilihat sejak usia 6-7 tahun. Seperti disampaikan Psikolog Anak dan Remaja dari RSAB Harapan Kita, Ade Dian Komala, sejak kecil anak sudah bisa menunjukkan kekagumannya kepada orang lain, baik sesama jenis maupun lawan jenis. Orangtua sebagai pihak terdekat menurutnya, bisa memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan anak tersebut, untuk selanjutnya diberikan intervensi. Selain itu pola asuh orangtua juga dapat memicu pergeseran orientasi seksual. Pengasuhan yang tepat dapat dilakukan agar anak terhindar dari kecenderungan LGBT. Ini karena pola asuh yang baik berperan signifikan dalam mencegah LGBT. Bagaimana mencegah anak-anak  kita dari pengaruh LGBT? Berikut pola asuh penyebab anak menjadi LGBT menurut Ibu Elly Risman, MPsi.

Pertama, Orangtua yang Tidak Peduli. Psikolog anak lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan, kebanyakan orangtua kurang peduli, bahkan seolah kurang peka terhadap anak-anak mereka, sehingga menyebabkan para anak khususnya anak laki-laki menjadi lemah dalam BMM. Yaitu lemah dalam B yaitu berfikir, lemah dalam M yaitu memilih, dan lemah dalam M yaitu Mengambil keputusan.

Kedua, Hilangnya Peran Ayah. Tidak sedikit orangtua yang keliru saat mengasuh anak laki-laki. Kenapa anak laki-laki? Karena menurut penelitian, otak kiri laki-laki selalu lebih kuat dibanding otak kiri wanita. Namun, sambungan antara otak kanan dan otak kiri pada wanita lebih baik. Sehingga para lelaki sangat mudah fokus pada suatu hal berbeda dengan wanita yang mampu memikirkan banyak hal dalam satu waktu. Anak laki-laki menjadi banyak yang salah asuh karena kurangnya sosok ayah dalam kehidupannya untuk mengembangkan otak kirinya tersebut. Para ayah biasanya sibuk mencari nafkah sehingga memiliki waktu untuk keluarga hanya beberapa jam di malam hari dan akhir pekan. Oleh karena itu, baik Ibu dan Ayah perlu meluangkan waktu agar dapat bermain dan berinteraksi dengan anak-anak.

Ketiga, Anak Laki-laki Terlalu Banyak Berinteraksi dengan IBU. Poin ini berkaitan dengan poin sebelumnya karena ayah yang kurang berperan dalam berinteraksi dengan anak laki-laki, maka yang mendidik anak laki-laki ini sepenuhnya adalah Ibu. Contohnya ketika anak laki-laki masih kecil, anak ini dijadikan tempat curhat Ibu terhadap suami nya atau ayah dari anak tersebut. Pada akhirnya anak laki-laki ini akan membanding bandingkan sosok ayahnya dengan ayah-ayah yang lain. Kurangnya, interaksi dengan ayah membuat anak kurang memiliki model identifikasi untuk menjadi laki-laki, bagaimana ia berperilaku, bersikap, dan merasa sebagai seorang laki-laki.

Keempat, Anak Perempuan Kurang Kasih Sayang AYAH. Banyak anak perempuan yang merasa kurang atas pengasuhan dari seorang ayah. Hal itu disebabkan oleh sibuknya Ayah untuk bekerja. Banyak ayah yang mengira tugasnya hanya sebatas memberi nafkah untuk belajar anak, kemudian lepas tangan terhadap yang lain. Kurangnya kasih sayang lawan jenis khususnya ayah kepada anak perempuan ini meskipun hanya dari sekedar pelukan tidak sedikit yang menjadikannya lebih nyaman mendapat kasih sayang dari teman atau sosok lain. Menurut beberapa penelitian, kurangnya peran ayah terhadap anak akan menyebabkan anak laki-laki mengalami penyimpangan perilaku sosial, agresif, narkoba, dan yang lebih jauh lagi bisa menyebabkan seks bebas. Sementara pada anak perempuan akan berdampak depresi, dan selanjutnya seks bebas.

Kelima, Kurang Pemahaman AGAMA. Kurangnya pemahaman agama yang dijelaskan secara sekilas atau singkat. Agama dikenalkan melalui berbagai ritual, tidak melalui penanaman nilai -nilai dan perilaku, sehingga anak merasa kurang paham mengenai nilai-nilai perilaku berdasarkan agama yang dianutnya.

Selanjutnya pola asuh keenam, Terlalu Bebas Menggunakan GADGET. Saat ini terkadang masih ada orangtua yang belum begitu paham dengan gadget seperti smartpone, tablet, dan komputer. Anak laki-laki menjadi sasaran utama dari pornografi dan narkoba. Mengapa? karena laki-laki memiliki otak kanan dominan yang lebih mudah fokus, memiliki hormon testosteron atau hormon seks yang lebih, sehingga lebih mudah di stimulasi yang menjadikan anak laki-laki sangat mudah terserang pornografi dan narkoba. Dan para orang tua seringkali hilang kendali atas semua ini. Anak laki-laki jaman sekarang ini sudah akil baligh di umur 11-13. Hal ini bisa disebabkan karena gizinya bagus, namun rangsangan seks nya juga bagus. Hal tersebut bisa diperoleh dari seluruh gadget yang di berikan orangtua dengan cuma-cuma tanpa adanya pengawasan.

Lalu hal yang paling berbahaya anak yang terkontaminasi PORNOGRAFI yang berawal dari gadget, dari segala aplikasi yang ada di dalamnya. Setiap info dan hal negatif dengan mudah didapatkan anak dari gadget. Bahkan mengalahkan setiap pola asuhan orangtuanya. Pada akhirnya orangtua hanya dijadikan sosok penegak hukum yang dimana anak akan menjadi sosok pribadi yang lain ketika berhadapan orang tua, dibanding sosok pribadi aslinya di pergaulan sosialnya. Pornografi masuk melalui mata, kemudian diolah dengan hati. Maka BMM tadi pada anak sangat penting bagi anak. Pada akhirnya merangsang dopamin, menyebabkan ketagihan, sehingga berusaha meniru bahkan mencoba.

Pornografi itu tentunya sangat berkaitan dengan LGBT. Berawal dari pornografi antar lawan jenis dan berujung pada rasa penasaran terhadap pornografi sesama jenis, lalu membawa kepada LGBT.



Pengirim : Alrien Syaumi Utami, S.Pd
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : PhilipAbump -  [jackyapril@gmail.com]  Tanggal : 10/04/2017
http://stemmeries.xyz <a href="http://stemmeries.xyz">norsk kasino</a> http://stemmeries.xyz - norsk kasino


   Kembali ke Atas