Materi Uji
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Foto Guru & Karyawan
Statistik

Total Hits : 128445
Pengunjung : 19904
Hari ini : 37
Hits hari ini : 183
Member Online : 1
IP : 23.20.13.165
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

melanidevi    

TUJUAN BK SD LABORATORIUM UPI CIBIRU

  • Tujuan Umum
    Memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.
  • Tujuan Khusus
    Membantu peserta didik agar dapat memenuhi tugas – tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi, social, pendidikan dan karir sesuai dengan lingkungan.


MANFAAT LAYANAN BK SD LABORATORIUM UPI CIBIRU

Layanan diberikan untuk membantu peserta didik agar mampu memecahkan permasalahan peserta didik dalam tugas perkembangannya meliputi aspek pribadi, sosial, pendidikan dan karir sesuai dengan lingkungannya, selain itu membantu siswa untuk memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, serta memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif.


KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SEKOLAH DASAR

Karakteristik perkembangan anak SD mengalami perubahan dalam perkembangannya secara drastis, baik perkembangan fisik, kognitif dan psikososial. Menurut Selfert dan Haffung, pada perkembangan fisik anak SD berada dalam periode dari pertumbuhan cepat masa anak – anak awal ke suatu fase perkembangan yang lebih lambat. Ukuran tubuh anak relatif berubah selama tahun – tahun di SD. Perkembangan fisik pada anak SD berkembang pada usia 9 tahun hingga SMP yaitu pada usia 16 tahun. Perkembangan fisik selama remaja dimulai dari masa pubertas. Pada masa ini terjadi perubahan fisiologis yang mengubah manusia yang belum mampu bereproduksi menjadi mampu bereproduksi.   

Pada perkembangan kognitif anak SD mengalami perubahan dalam perkembangan pola pikir. Tahap perkembangan kognitif pada masa SD berada pada tahap praoperasional (2-7 tahun), tahap operasional kongkrit (7-11 tahun) dan tahap operasional formal (12-15 tahun). Dalam tahapan perkembangan ini anak SD mulai belajar untuk menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata- kata. Tahap pemikirannya lebih simbolis tetapi tidak melibatkan pemikiran operasional dan lebih berisfat egosentris dan intuitif ketimbang logis. Selain itu anak SD sudah mampu menggunakan logika yang memadai. Tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda konkrit, kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia.

Pada perkembangan psikososial anak SD berkaitan dengan perkembangan dan perubahan emosi. Menurut J Havighust perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek lain diantaranya aspek psikis moral dan sosial. Menjelang masuk SD, anak telah mengembangjan keterampiran berpikir bertindak dan pengaruh sosial yang kompleks. Pada dasarnya anak SD mengalami egosentris (berpusat pada diri sendiri) dan dunia mereka yaitu keluarga dan taman kanak – kanaknya. Selama duduk di kelas kecil SD, anak mulai merasa percaya diri tetapi sering juga merasa rendah diri. Daya konsentrasi anak tumbuh pada kelas besar SD. Pada tahap ini juga anak SD kelas besar mulai peduli pada permaianan yang jujur, tumbuhnya tindakan mandiri, dan kerjasama dengan kelompok serta bertindak menurut cara yang dapat diterima lingkungan mereka. 

 

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi dibuat agar mengetahui bagaimana pekerjaan dan tugas yang diberikan dengan cara dikelompokan dan dikoordinasikan secara formal. Struktur organisasi di SD Laboratorium UPI Cibiru yaitu seperti berikut :
 

GURU BK DAN KUALIFIKASI

SD Laboratorium UPI Cibiru memiliki 5 Guru BK dengan lulusan Sarjana S1 Psikologi Pendidikan dan Bimbingan UPI Bandung. Kualifikasi yang harus dimiliki Guru BK di SD Laboratorium UPI Cibiru diantaranya :
1) Mengenal secara dalam peserta didik yang sedang ditangani,
2) Menguasai khasanah teoretik dan prosedural termasuk teknologi dalam bimbingan dan konseling,
3) Menyelenggarakan bimbingan dan konseling yang memandirikan dan
4) Mengembangkan pribadi dan prefesionalitas secara berkelanjutan


MASALAH – MASALAH YANG DIHADAPI DI SEKOLAH

Permasalahan yang dihadapi oleh Guru BK pada peserta didik di SD Laboratorium UPI Cibiru diantaranya lambat dalam belajar, kurang motivasi dalam belajar, bersikap dan kebiasaan buruk dalam belajar (suka menunda-nunda tugas, tidak suka dengan gurunya, malu bertanya), faktor dukungan orang tua dalam belajar (ada orang tua yang sibuk dan kurang perhatian pada belajar anak), bermasalah dengan teman sebaya, permasalahan emosi (merasa tidak aman, tidak bisa beradaptasi, takut, benci) dan sikap yang kurang minat pada pelajaran (tidak memperhatikan guru saat mengajar, lari – lari dikelas).

 

PENANGANAN MASALAH

Dalam penyelesaian masalah yang dilakukan oleh guru BK di SD Laboratorium UPI Cibiru diantaranya:

1.

Konseling Individual dan Kelompok

  Pelayanan konseling ini ditunjukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan, mengalami hambatan dalam mencapai tugas  - tugas perkembangannya dengan mengidentifikasi masalah, penemuan alternatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara tepat. 
2.

Referral (Rujukan/ Alih Tangan)

 

Referral atau rujukan/ alih tangan dilakukan apabila guru BK merasa kurang memiliki kemampuan untuk menangani masalah peserta didik, mengalihtangankan permasalahan peserta didik dilakukan oleh pihak lain diantaranya psikolog, psikiater dan dokter. 

3. 

Kolaborasi dengan Guru Bidang Studi atau Wali Kelas

 

Kerjasama dengan guru Bidang Studi dan wali kelas dilakukan untuk memperoleh informasi tentang peserta didik sehingga guru BK dapat membantu memecahkan masalah peserta didik.

4. 

Kolaborasi dengan Orangtua Peserta didik

 

Kerjasama dilakukan tidak hanya di sekolah akan tetapi berlangsung juga oleh orang tua di rumah. Kerjasama ini juga dapat memungkinkan terjadinya saling memberikan informasi, pengertian dan tukar pikiran antar guru BK dengan orang tua dalam mengembangkan potensi peserta didik atau memecahkan masalah yang dihadapi peserta didik.

5.

Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah

 

Kolaborasi dengan pihak terkait di luar sekolah dilakukan untuk menjalin kerjasama dengan unsur – unsur masyarakat yang dipandang relevan dengan peningkatan mutu pelayanan bimbingan diantaranya dengan 1) instasi pemerintah, 2) instasi swasta 3) para ahli psikolog, psikiater, dokter dan MGP (Musyawarah Guru Pembimbing).  

6. Konsultasi
 

Konsultasi menerima pelayanan konsultasi bagi guru, orang tua, atau pihak pimpinan sekolah yang terkait dengan upaya membangun kesamaan persepsi dalam memberikan bimbingan kepada para peserta didik, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan peserta didik dan melakukan referal, dan meningkatkan kualitas program bimbingan dan konseling.

7. 

Bimbingan Teman Sebaya

 

Bimbingan teman sebaya adalah bimbingan yang dilakukan peserta didik dengan peserta didik lainnya. Bimbingan ini berfungsi untuk membantu Guru BK mendapatkan informasi tentang kondisi, perkembangan, atau masalah peserta didik yang perlu mendapat pelayanan bantuan bimbingan atau konseling.

8.

Konferensi Kasus

 

Kegiatan ini membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan, kemudahan dan komitmen bagi pemecahaan masalah peserta didik. Pertemuan konferensi kasus ini juga bersifat terbatas dan tertutup.

9.

Kunjungan Rumah/ Home Visit

 

Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh data atau keterangan tentang peserta didik tertentu yang sedang ditangani, dalam upaya memecahkan masalahnya melalui kunjungan ke rumahnya.

 

Gambar Konseling Kelompok Video Pengembangan Diri